Saturday, March 27, 2021

Makalah Filsafat Pendidikan Islam

 

MAKALAH

PENGERTIAN,RUANG LINGKUP DAN POKOK BAHASAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas 

       Mata Kuliah : Filsafat Pendidikan Islam

Dosen Pengampu : Drs.H.Abdul Wahab, M.Pd.I

 

 

 

 

Di susun oleh :

Aan Kurniawan J        (1119142)

Abdul Karim               (1119144)

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PATI

TAHUN AKADEMIK 2021


 

 

 

 

A.    PENDAHULUAN

1.        Latar Belakang

Manusia dibekali dengan akal, kalbu dan anggota tubuh yang lain untuk meraih ilmu pengetahuan. Manusia  dilarang mengikuti sesuatu tanpa ada pengetahuan tentangnya. Pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Karena itu diperlukan sejumlah landasan dan asas-asastertentu dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan.

Pendidikan islam masih belum menemukan format dan bentuknya yang khas sesuai dengan agama islam hal ini selain karena banyaknya konsep pendidikan yang ditawarkan para ahli yang belum jelas ke-islamannya, juga karena belum banyak pakar pendidikan Islam yang merancang pendidikan Islam secara seksama.

Upaya untuk memperbaiki kondisi kependidikan itu tampaknya perlu dilacak pada akar permasalahannya yang bertumpu pada pemikiran filosofis. Diketahui bahwa secara umum filsafat berupaya menjelaskan inti atau hakikat dari segala sesuatu yang ada dan karenanya ia menjadi induk segala ilmu.

Filsafat dapat juga dijadikan sebagai pandangan hidup. Jika filsafat itu dijadikan sebagai pandangan hidup oleh suatu masyarakat atau  bangsa maka mereka akan berusaha untuk mewujudkan  nilai-nilai tersebut dalam kehidupan yang nyata.Dari sinilah filsafat sebagai pandangan hidup difungsikan sebagai tolak ukur bagi nilai-nilai tentang kebenaran yang harus dicapai. Peranan filsafat yang mendasari berbagai aspek pendidikan ini sudah tentu merupakan sumbangan utama bagi pembinaan pendidikan. Teori-teori yang tersusun karenanya dapat disebut sebagai pendidikan yang berlandaskan pada filsafat.

 

 

 

 

2.        Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah pengertian,ruang lingkup dan pokok bahasan filsafat pendidikan islam ini adalah sebagai berikut :

1.      Apa pengertian dari filsafat pendidikan islam?

2.      Apa sajakah ruang lingkup filsafat pendidikan islam?

3.      Apa sajakah pokok bahasan filsafat pendidikan islam?

 

 

B.     PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Filsafat Pendidikan Islam

Pembahasan pengertian filsafat pendidikan Islam ini sebagai pengantar pembahasan keseluruhan isi skripsi, dengan maksud memberi pemahaman dasar tentang filsafat pendidikan Islam.

Secara terminologi filsafat berasal dari kata dalam bahasa Inggris philo dan sophos. Philo berarti cinta, dan shopos berarti ilmu atau hikmah. Pendapat ini kebanyakan dinyatakan oleh penulis berbahasa Inggris, seperti Louis O. Kattsoff. Pendapat lain menyatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa Yunani yang masuk dan digunakan sebagai bahasa Arab, yaitu berasal dari kata philosophia. Philo berarti cinta, sedangkan sophia berarti hikmah. Pendapat kedua ini dikemukakan oleh tokoh filsafat Islam, Al-Farabi (w. 950 M). Namun demikian, meskipun kata filsafat berasal dari Yunani, bukan berarti orang Yunani Kuno adalah perintis pertama pemikiran filsafat di dunia. Sebelum Yunani Kuno ada negara lain seperti Mesir, Cina, dan India yang sudah lama mempunyai tradisi filsafat, meskipun mereka tidak menggunakan kata philosophia untuk maksud yang sama.1


Sebagai langkah awal untuk mememahami makna filsafat pendidikan Islam, bisa dipahami pula bawa filsafat pendidikan Islam adalah filsafat pendidikan yang sesuai dengan Islam, sedangkan filsafat pendidikan sendiri menurut Dr. Muhammad an-Najihi bermakna penerapan perspektif dan metode filsafat dalam pendidikan. 2 Atau bisa juga dipahami bahwa filsafat pendidikan Islam adalah filsafat tentang pendidikan Islam. Dalam kaitan ini, Ali Khalil Abu Al-Ainain dalam Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyyah fi al-Qur’an al-Karim sebagaimana teruraikan dalam bukunya Toto Suharto, Filsafat Pendidikan Islam menyebutkan bahwa untuk mengemukakan pengertian pendidikan Islam lebih  baik dikemukakan terlebih dahulu karakteristik pendidikan Islam, yakni : (1) pendidikan Islam mencakup semua aspek kehidupan manusia, baik berupa aspek

1 Endang Saifuddin Anshari, dalam Tuto Suharto, Filsafat Pendidikan Islam, (Yogyaka rta: Ar-Ruzz Media, 2006), hlm. 22

2 Muhammad an -Najihi, Falsafah at- Tarbiyah, (Kairo: Muthobi’ al-Kailani, t.t), hlm. 36


fisik, mental, akidah, akhlak, emosional, estetika, maupun sosial; (2) pendidikan Islam bermaksud meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat secara seimbang dan sama; (3) pendidikan Islam bermaksud mengembangkan semua aktivitas manusia dalam interaksinya dengan orang lain, dengan menerapkan prinsip integritas dan keseimbangan; (4) pendidikan Islam dilaksanakan secara kontinu dan terus- menerus tanpa batas waktu, mulai dari proses pembentukan janin dalam rahim sang ibu hingga meninggal dunia; dan (5) pendidikan Islam melalui prinsip integritas, universal, dan keseimbangan, bermaksud mencetak manusia yang memerhatikan nasibnya di dunia dan akhirat.1

Selain itu, Achmadi memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai segala usaha untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumber daya manusia yang ada padanya menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil) sesuai dengan norma Islam. 2

Jika ditarik sebuah sintesis pengertian, maka filsafat pendidikan Islam merupakan kajian filosofis mengenai berbagai masalah pendidikan yang berlandaskan ajaran Islam. Kajian filosofis yang digunakan filsafat pendidikan Islam mengandung arti bahwa filsafat pendidikan Islam itu merupakan pemikiran secara mendalam,  sistematik, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti atau hakikat pendidikan Islam. Filsafat pendidikan Islam dengan demikian senantiasa mengkaji filsafat pendidikan yang berlandaskan norma Islam.

 

B.     Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam

Pembahasan tantang ruang lingkup filsafat pendidikan Islam sebenarnya merupakan pengkajian dari aspek ontologis filsafat pendidikan Islam. Setiap ilmu pengetahuan memiliki objek tertentu yang akan dijadikan sasaran penyelidikan (objek material) dan yang akan dipandang (objek formal). Perbedaan suatu ilmu pengetahuan dengan ilmu lainnya terletak pada sudut pandang  (objek  formal) yang digunakannya. Objek material filsafat pendidikan Islam sama dengan filsafat


1 Toto Suharto, Filsafat Pendidikan Islam, hlm. 30-31

2 Achmadi, Ideologi Pendidikan Islam: Paradigma Humanisme -Teosentris,(Yogyaka rta: Pustaka Pelajar, 2008), hlm. 28-29


pendidikan pada umumnya, yaitu segala sesuatu yang ada. Segala sesuatu yang ada ini mencakup “ada yang tampak” dan “ada yang tidak tampak”. Ada yang tampak adalah dunia empiris, dan ada yang tidak tampak adalah alam metafisis. Adapun objek formal filsafat pendidikan Islam adalah sudut pandang yang menyeluruh, radikal, dan objektif tentang pendidikan Islam untuk dapat diketahui hakikatnya.

Secara makro, yang menjadi ruang lingkup filsafat pendidikan Islam adalah yang tercakup dalam objek material filsafat, yaitu mencari keterangan secara radikal mengenai Tuhan, manusia, dan alam yang tidak bisa dijangkau oleh pengetahuan biasa. Sebagaimana filsafat, filsafat pendidika n Islam juga mengkaji ketiga objek ini berdasarkan ketiga cabangnya: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

Secara mikro objek kajian filsafat pendidikan Islam adalah hal-hal yang merupakan faktor atau komponen dalam proses pelaksanaan pendidikan. Faktor atau komponen pendidikan ini ada lima, yaitu tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, alat pendidikan (kurikulum, metode, dan evaluasi pendidikan), dan lingkungan pendidikan.3

Untuk lebih memfokuskan pembahasan filsafat pendidikan Islam yang sesuai dengan fokus penelitian ini, maka cukup disajikan ruang lingkup pembahasan filsafat pendidikan Islam secara makro.

a.         Ontologi

Ontologi terdiri dari dua suku kata, yakni ontos dan logos. Ontos berarti sesuatu yang berwujud dan logos berarti ilmu. Jadi ontologi dapat diartikan sebagai ilmu atau teori tentang wujud hakikat yang ada. 4

Dalam konsep FIlsafat Pendidikan Islam  Islam, segala sesuatu yang ada ini meliputi yang nampak dan yang tidak nampak (metafisis).

Filsafat pendidikan Islam bertitik tolak pada konsep the creature of God,

yaitu  manusia  dan alam.  Sebagai pencipta,  maka  Tuhan  telah  mengatur di

 

3 Toto Suharto, Filsafat Pendidikan Islam, hlm. 45-48

4 Mohammad Adib, FIlsafat Pendidikan Islam : Ontologi, Epitemologi, Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), hlm. 69


alam ciptaan-Nya. Pendidikan telah berpijak dari human sebagai dasar perkembangan dalam pendidikan. Ini berarti bahwa seluruh proses hidup dan kehidupan manusia itu adalah transformasi pendidikan.

Sehingga yang menjadi dasar kajian atau dalam istilah lain sebagai objek kajian (ontologi) filsafat pendidikan Islam seperti yang termuat di dalam wahyu adalah mengenai pencipta (khalik), ciptaan-Nya (makhluk), hubungan antar ciptaan-Nya, dan utusan yang menyampaikan risalah pencipta (rasul).

Dalam hal ini al-Syaibany mengemukakan bahwa prinsip-prinsip yang menjadi dasar pandangan tentang alam raya meliputi dasar pemikiran:

1.          Pendidikan dan tingkah laku manusia serta akhlaknya selain dipengaruhi oleh lingkungan sosial dipengaruhi pula oleh lingkungan fisik (benda- benda alam);

2.          Lingkungan dan yang termasuk dalam alam raya adalah segala yang diciptakan oleh Allah swt baik makhluk hidup maupun benda-benda alam;

3.          Setiap wujud (keberadaan) memiliki dua aspek, yaitu materi dan  roh. Dasar pemikiran ini mengarahkan falsafah pendidikan Islam menyusun konsep alam nyata dan alam ghaib, alam materi dan alam ruh, alam dunia dan alam akhirat;

4.          Alam senantiasa menngalami perubahan menurut ketentuan aturan pencipta;

5.          Alam merupakan sarana yang disediakan bagi manusia untuk meningkatkan kemampuan dirinya. 5

b.        Epistemologi

Epistemologi berasal dari kata episteme yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti ilmu. Jadi epistemologi adalah ilmu yang membahas tentang pengetahuan dan cara memperolehnya. Epistemologi disebut juga teori pengetahuan, yakni cabang filsafat yang membicarakan tentang cara memperoleh pengetahuan, hakikat pengetahuan dan sumber pengetahuan.


Dengan kata lain,  epistemologi adalah suatu cabang filsafat yang menyoroti atau membahas tentang tata cara, teknik, atau prosedur

5 Ahmad Syari’i, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2005), hlm. 123


mendapatkan ilmu dan keilmuan. Tata cara, teknik, atau prosedur mendapatkan ilmu dan keilmuan adalah dengan metode non- ilmiah, metode ilmiah, dan metode problem solving.

Pengetahuan yang diperoleh dengan metode non- ilmiah adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara penemuan secara  kebetulan;  untung- untungan (trial and error); akal sehat (common sense); prasangka; otoritas (kewibawaan); dan pengalaman biasa.

Metode ilmiah adalah cara memperoleh pengetahuan melalui pendekatan deduktif dan induktif. Sedangkan metode problem solving adalah memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi permasalahan, merumuskan hipotesis; mengumpulkan data; mengorganisasikan dan menganalisis data; menyimpulkan dan conclusion; melakukan verifikasi, yakni pengujian hipotesis. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan teori- teori, prinsip-prinsip, generalisasi dan hukum- hukum. Temuan itu dapat dipakai sebagai basis, bingkai atau kerangka pemikiran untuk menerangkan, mendeskripsikan, mengontrol, mengantisipasi atau meramalkan sesuatu kejadian secara tepat.6

c.         Aksiologi

Landasan aksiologi adalah berhubungan dengan penggunaan ilmu tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia berikut manfaatnya bagi kehidupan manusia. Dengan kata lain, apa yang dapat disumbangkan ilmu terhadap pengembangan ilmu itu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.7


Dalam bahasan lain, tujuan keilmuan dan pendidikan Islam yang berusaha untuk mencapai kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat ini sesuai dengan Maqasid al-Syariah yakni tujuan Allah SWT dan Rasul-Nya dalam merumuskan hukum Islam. Sementara menurut Wahbah al Zuhaili, Maqasid Al Syariah berarti nilai- nilai dan sasaran syara' yang tersirat dalam segenap atau bagian terbesar dari hukum-hukumnya. Nilai- nilai dan sasaran-

6 Mohammad Adib, FIlsafat Pendidikan Islam ,hlm.74-75

7 Mohammad Adib, FIlsafat Pendidikan Islam , hlm. 79


sasaran itu dipandang sebagai tujuan dan rahasia syariah, yang ditetapkan oleh al-Syari' dalam setiap ketentuan hukum. Menurut Syathibi tujuan akhir hukum tersebut adalah satu, yaitu mashlahah atau kebaikan dan kesejahteraan umat manusia.

Kemudian Muzayyin Arifin memberikan definisi aksiologi sebagai suatu pemikiran tentang masalah nilai- nilai termasuk nilai tinggi dari Tuhan, misalnya nilai moral, nilai agama, dan nilai keindahan (estetika).  Jika aksiologi ini dinilai dari sisi ilmuwan, maka aksiologi dapat diartikan sebagai telaah tentang nilai - nilai yang dipegang ilmuwan dalam memilih dan menentukan prioritas bidang penelitian  ilmu pengetahuan serta penerapan dan pemanfaatannya.

B.           Pokok Bahasan Filsafat Pendidikan Islam

1.      Definisi Filsafat, Filsafat Pendidikan dan Filsafat Pendidikan Islam.

2.      Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam

3.      Metode Mempelajari Filsafat Pendidikan Islam

4.      Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Pedagogis Menurut Islam

5.      Sumber Dasar Pendidikan Islam

6.      Hakikat, Tujuan dan Fungsi Pendidikan Islam

7.      Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan Barat dan Tokoh-Tokohnya

8.      Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan Islam dan Tokoh-Tokohnya.

9.      Fitrah Manusia dalam pendangan Barat dan Islam

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

D. Marimba, Ahmad, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Al-Ma’arif, 1980.

 

Daien Indrakusuma, Amir, Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional, 1973.

 

Departemen Agama RI., Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang: CV. Toha Putra, 1971.

 

Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993.

 

Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, Yogyakarta: Andi Offset, 1999.

 

Hadikusumo, Kunaryo, dkk., Pengantar Pendidikan, Semarang: IKIP Semarang Press, 1995.

 

No comments: