Tuesday, November 11, 2014

proposal skripsi


PENERAPAN PEMBELAJARAN IMLA’
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TULIS AL-QUR’AN
KELAS III MI TARBIYATUS SHIBYAN GUNUNGWUNGKAL
TAHUN AJARAN 2014/2015
 






PROPOSAL
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah : Bimbingan Skripsi
Dosen Pengampu : Abd. Azis, M.Ag
Disusun Oleh :
Ngatwi                        : 111257

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PATI
FAKULTAS TARBIYAH
SEMESTER VI
TAHUN AKADEMIK 2014
PENERAPAN PEMBELAJARAN IMLA’
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TULIS AL-QUR’AN
KELAS III MI TARBIYATUS SHIBYAN GUNUNGWUNGKAL
TAHUN AJARAN 2014/2015

1.      LATAR BELAKANG
            Tujuan pendidikan secara umum adalah untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia dan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang bermartabat serta berkompetensi dalam semua hal.[1] Dan tujuan pendidikan Agama Islam adalah untuk menjadikan manusia yang sempurna ( Al Insan Kamil ) yang bertaqwa kepada Allah SWT dan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya[2]. Dengan berpadu antara tujuan pendidikan Nasional dan pendidikan Agama Islam maka bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berkualitas serta bertaqwa kepada Allah SWT. Bangsa yang berkualitas dan yang bertaqwa kepada Allah harus mampu memahami dalam bidang-bidang tertentu , berfikir kritis dan juga penuh pengetahuan ilmu teknologi serta pengetahuan agama yang luas.
            Al-Qur’an adalah sebagai sumber utama kehidupan umat islam serta sebagai pegangan hidup dalam kehidupan maka umat islam harus memahami Al-Qur’an secara komprehensih. Bukan hanya bisa memahami kandungan dan tafsiran Al-Qur’an saja, sebagai umat islam harus bisa bembaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik dan benar. Al-Qur’an adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang mengandung petunjuk bagi umat Islam demikian terdapat di dalam Al-Qur’an terdapat keindahan bahasa, ketelitian dan kebenaran dengan kedalaman makna. Adapun tujuan belajar Al-Qur’an adalah membaca dan menulis Al-Qur’an Sesuai dengan kaidah Qiro’ah dan Tajwid.[3]
            Usaha untuk mencapai tujuan tersebut ditempuh system pendidikan madrasah sebagai salah satu sarannya. Di Madrasah  Ibtidaiyah Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal telah diterapkan pembelajaran Imla’ guna meningkatkan kemampuan siswa dalam tulis Al-Qur’an, sehingga siswa dapat menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah Tajwid. Jadi untuk menjadikan siswa lebih mampu dalam tulis Al-Qur’an, perlu adanya pemberian pembelajaran Imla’. Sehingga siswa mampu menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar secara kaidah.
2.      RUMUSAN MASALAH DAN CARA PEMECAHAN MASALAH.
a.      Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
Apakah pembelajaran Imla’ dapat meningkatkan kemampuan tulis Al-Qur’an siswa kelas III MI Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal
b.      Pemecahan Masalah.
Cara pemecahan masalah yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah penerapan metode Imla’, dengan metode ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dalam belajar tulis Al-Qur’an siswa kelas III MI Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal. Alasan menerapkan metode ini karena metode Imla’ merupakan metode yang paling baik karena melatih tulisan siswa agar terbiasa dalam menulis tulisan Arab dan ayat-ayat Al-Qur’an, terampil menulis dalam tulisan Al-Qur’an mengenai kejadian apa saja dalam masyarakat dan dunia internasional, mampu menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an sehingga timbul kemauan untuk belajar dan mendalaminya.
3.      TUJUAN PENELITIAN.
            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan pembelajaran Imla’ dapat meningkatkan kepampuan tulis Al-Qur’an siswa kelas III MI Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal.
4.      MANFAAT PENELITIAN.
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk :
a.       Siswa, termotivasi sehingga senang untuk belajar Imla’ dan giat untuk meningkatkan tulis Al-Qur’an.
b.      Guru, Khususnya dalam pembelajaran Imla’, dapat menambah ketrampilan dan wawasan dalam meningkatkan kemampuan tulis Al-Qur’an siswa. Selain itu, untuk menambah pengalaman guru dalam penelitian.
c.       Madrasah, khususnya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah ibtidaiyah Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal.

5.      KERANGKA TEORITIK.
a.      Pembelajaran Imla’.
1)      Pengertian imla’.
Imla’ berarti talqin yaitu menyampaikan atau mendiktekan kepada orang lain dengan suara keras agar dia memindahkan secara baik dan benar dari segi bahasa dan pempelajarinya.[4]
Imla’ adalah pelajaran yang melatih siswa untuk dapat menulis dengan benar dari apa yang di dengar dan diketahui dengan menggunakan bahasa arab. Tujuan imla’ adalah agar siswa mampu menulis dengan benar dan betul, melatih panca indra, melatih konsentrasi dan tenang, rajin dan tertib waltu.[5]
2)      Manfaat pembelajaran imla’.
Pelajaran imla’ memiliki kegunaan praktis maupun pedagogis. Secara praktis siswa dapat menulis berbagai kalimah (kata) dengan benar, jika terjadi salah tulis makamembaca akan mengalami kebingungan apa yang dimaksud.  imla’ (dikte) bisa melatih mata, telinga dan tangan untuk memperhatikan, mendengarkan serta menulis dengan benar. Mata wajib dilatih untuk mengamati atau meneliti berbagai kalimah, bahkan sampai yang rumit dan mendetail sehingga tergores dalam benak. Tangan perlu mendapat latihan kecekatan menulis dengan lancar, benar dan tepat, demikian pula telinga agar dibiasakan mendengarkan ucapan-ucapan yang fasih.Ucapan yang fasih dapat diwujudkan dalam tulisan yang bebar.Imla’dapat digunakan sebagai alat bantu pelajaran Insya, dimana mereka dapat mengekspresikan kalmat-kalimat indah. Hal itu memungkinkan sekali jika guru dapat memilih maudu’ yang bagus. Dengan Imla’ siswa akan memperoleh cakrawala pengetahuan Bahasa Arab secara luas. Imla’secara pedagogis dapat melatih kemampuan menghafal, mengingat, menumbuhkan kejelian dan ketelitian, mendidik kebebasan berfikir dan berpendapat, membiasakan siswa menjaga kebersihan dan keteraturan.[6]

3)      Kedudukan imla’.
Para ahli bahasa bersepakat bahwa imla’ memiliki kedudukan yang sangat besar diantara cabang-cabang ilmu bahasa, karena ia merupakan dasar yang penting dalam mengungkapkan bahasa lewat tulisan.[7] Jadi menurut penulis dapat di simpulkan bahwa imla’ adalah metode pembelajaran bahasa arab yang berguna untuk melatih istima’, muhadasah, qiro’ah, kitabah.
4)      Tata cara Menggunakan Metode Imla’
Adapun berikut ini adalah beberapa cara dalam menggunakan metode imla’ sebagai berikut :[8]
a)         Jika imla’ dengan cara menuliskan di papan tulis, maka tulisan hendaknya rapi dan terang, yang dapat dibaca oleh semua anak didik.
b)        Dan kalau imla’ dilakukan dengan cara guru membacakan, maka hendaknya bacaan imla’ dibacakan dengan suara yang lantang (terang), jangan terlalu lembek sehingga tidak diengar siswa yang duduk di belakang. Jadi bacakanlah acara pelajaran imla’ tersebut dengan tenang tidak tergesa-gesa .
c)         Guru janganlah memulai acara imla’, jika suasana kelas belum ditertibkan, sehingga siswa benar-benar dalam keadaan siap menerima imla’ yang akan disajikan.
d)        Mulailah acara imla’ jika siswa telah dalam keadaan siap, bacakanlah secara terang dan pelan.
e)         Adakanlah soal jawab dan diskusi mengenai materi imla’ tersebut kepada siswa dan mejelaskan maksud dari padanya.
f)         Mengadakan evaluasi / post test.
b.      Kemampuan siswa.
1)      Pengertian kemampuan.
                      Kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu, sedangkan kemampuan berarti kesanggupan, kecakapan, kekuatan (Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989: 552-553).Kemampuan (ability) berarti kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.[9]
                      Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan seorang individu dalam menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.
2)      Macam-macam kemampuan.
                        Stephen P. Robbins & Timonthy A. Judge (2009: 57-61) menyatakan bahwa kemampuan keseluruhan seorang  individu pada dasarnya terdiri atas dua kelompok faktor, yaitu :
a.       Kemampuan Intelektual (Intelectual Ability), merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktifitas mental (berfikir, menalar dan memecahkan masalah).
b)      Kemampuan Fisik (Physical Ability), merupakan kemampuan melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, ketrampilan, kekuatan, dan karakteristik serupa.
c.       Tulis Al-Qur’an.
1). Pengertian Tulis.
                        Kata “tulis” berarti batu atau papan batu tempat menulis (dahulu banyak dipakai oleh siswa-siswa sekolah), kemudian kata “tulis” ditambah akhiran “an” maka menjadi kata “tulisan” (akan lebih mengarah kepada usaha memberikan pengertian dari baca tulis Alquran) maka tulisan berarti hasil menulis.[10] 
2). Pengertian Al Qur’an.
                                Kata “Al-Qur’an” menurut bahasa artinya bacaan sedangkan menurut istilah adalah mukjizat yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw sebagai sumber hukum dan pedoman bagi pemeluk ajaran agama Islam, jika dibaca bernilai ibadah.[11]
Allah berfirman yang artinya : Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (QS.al-a’raf: 158).
Dari pengertian di atas dapat penulis uraikan dengan lebih terinci, bahwa Alquran adalah firman Allah swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw secara mutawatir dan berangsur-angsur, melalui malaikat Jibril yang dimulai dengan surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas dan membacanya bernilai ibadah. 
                 Dari uraian di atas dapat dirumuskan suatu pengertian bahwa tulis Al-Qur’an adalah suatu kemampuan yang dimiliki untuk menuliskan kitab suci Al-Qur’an. Berangkat dari pengertian tersebut, maka terdapatlah gambaran dari pengertian tulis Al-Qur’an tersebut, yaitu diharapkan adanya kemampuan yaitu menulis bagi obyek yang diteliti. Sebab kemampuan tersebut berpengaruh kepada prestasi belajar bahasa Arab. 
d.      Meningkatkan kemampuan tulis Al Qur’an siswa melalui penerapan pembelajaran imla’.
Kemahiran menulis merupakan salah satu jenis kemampuan yang ingin dicapai dalam pengajaran tulis Al Qur’an. Mengingat pentingnya fungsi Al Qur’an sebagai pedoman hidup muslim, maka pembelajaran menulis Al Qur’an menjadi sangat penting. Karena menulis merupakan salah satu keterampilan yang digunakan dalam mengetahui ayat ayat yang terkandung dalam Al Qur’an, siswa masih banyak menemukan kesulitan dalam pembelajaran tulis Al Qur’an. Penyebab kesulitan yang dihadapi siswa antara lain karena kebanyakan dari siswa berasal dari latar belakang yang tidak mengenal Al Qur’an yang belum mengecap Al Qur’an  dan belum pernah membacanya . Oleh karena itu, perlu ada alternatif metode yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengungkapkan gagasan atau pikiran melalui tulisan. Salah satunya adalah penerapan metode Imla’. guru berperan sebagai fasilitator serta motivator. Pembelajaran didesain menarik melalui variasi teknik pembelajaran. Sehingga siswa mudah dalam pembelajaran menulis Al Qur’an .

6.      HIPOTESIS TINDAKAN.
                        “ Jika pembelajaran Imla’ diterapkan maka dapat meningkatkan kemampuan tulis Al-Qur’an siswa kelas III MI Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal ”.
7.      PROSEDUR PENELITIAN.
a.      Deskriptif singkat tempat penelitian.
            MI Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal terdapat di Desa Gunungwungkal Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah, berada di daerah pusat kota Kecamatan Gunungwungkal dengan Jarak kurang lebih 1 km dari pusat kota. Dilihat dari tahun pendiriannya, Madrasah Ibtidaiyah Ini termasuk sekolah baru yang baru meluluskan dua angkatan alumni, dan beberapa alumnus meneruskan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
            Tenaga pendidik dan kependidikan berjumlah 10 orang. Dari 10 orang diantaranya 1 orang Kepala Madrasah, 3 orang guru agama, 4 orang guru umum, dan 2 orang tata usaha. Guru agama yang menjadi patner dalam penelitian ini adalah dua orang.
            Alamat MI Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal berada di Jl. Gunungwungkal-Tayu Km 01 Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati.
b.      Variabel Yang Diselidiki.
Variabel yang diselidiki  adalah :
1.      Proses kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan membuka pelajaran, kegiatan lapangan, dan evaluasi.
2.      Tes awal dilakukan sebelum pembelajaran dimulai.
3.      Ter akhir dilakukan setelah pembelajaran.
4.      Data pendukung berupa aktivitas guru dan siswa dalam bentuk catatan lapangan.
c.       Rencana Tindakan.
Penelitian ini direncanakan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1)      Orientasi lapangan ( penelitian Awal ).
a)      Observasi kondisi lingkungan MI Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal.
b)      Observasi dan evaluasi terhadap pembelajaran imla’ untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran.
c)      Mengidentifikasi masalah.
2)      Tahap Persiapan.
a)      Merancang metode PTK untuk mencari alternative tindakan pemecahan kelas.
b)      Merancang model pembelajaran.
c)      Menyusun soal tes awal dan lembar kerja siswa.
d)     Mengungkapkan konsepsi awal mengenai siswa melalui hasil tes awal dan mengungkapkan fenomena yang ingin diketahui siswa berhubungan dengan topic.
3)      Tahap Pelaksanaan.
a)      Guru memberi pembelajaran tentang metode imla’.
b)      Guru memberi  tes akhir kepada siswa guna mengetahui kemampuan siswa setelah menerima pembelajaran.
c)      Guru menilai hasil tes akhir .
4)      Tahap Evaluasi.
a)      Guru dan siswa mengkolaborasi, mengevaluasi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b)      Penilaian hasil belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa.
5)      Analisis Data.
a)      Merinci dan menganalisis kendala-kendala saat pelaksanaan pembelajaran.
b)      Menganalisis hasil pembelajaran siswa, pencapaian yang disyaratkan.
c)      Menentukan tindak lanjut, dengan menyusun dan memperbaiki rencana selanjutnya berdasarkan analisis pada pelaksanaan tindakan.

6)      Cara Analisis Data.
            Data yang diperoleh dalam penelitian ini secara umum dianalisis melalui deskriptif kualitatif.Analisis data dilakukan pada tiap data yang dikumpulkan, baik data kualitatif maupun kuantitatif. Data kuantitaif dianalisis dengan menggunakan cara kuantitatif sederhana, yakni presentasi, dan data kualitatif dianalisis dengan membuat penilaian kuantitatif (kategori).
Menurut Hopkins ( dalam Wadiasih 1997 ), bahwa dalam menganalisis data penilaian tindakan kelas diperlukan beberapa tahab berikut :[12]
a)                   Kategori Data.
            Data yang diperoleh peneliti, siswa, guru dan kepala sekolah disusun menjadi 3 kategori tertentu untuk memudahkan analisis yaitu tes pemahaman ( konsep, proses, dan aplikasi konsep ).
b)                  Validasi Data.
                 Data yang diperoleh agar objektif, valid, dan reliable maka dilakukan teknik triangulasi dan saturasi yaitu dengan melakukan beberapa tindakan, yaitu :
(1). Menggunakan cara yang bervariasi untuk memperoleh data yang sama, missal untuk menilai hasil belajar dengan tes tertulis dan wawancara.
(2). Menggali data yang sama dari sumber yang berbeda, dalam penelitian ini ada 4 sumber yaitu guru, siswa, peneliti dan kepala sekolah.
(3).Melakukan pengecekan ulang dari data yang telah terkumpul untuk kelengkapannya.
       (4).  Melakukan pengolahan dan analisis ulang dari data yang terkumpul.
(5). Mempertimbangkan pendapat ahli, dalam penelitian ini yang menjadi tenaga ahli adalah kepala sekolah.
c)                   Interpretasi Data.
                 Data yang telah dilakukan disusun diinterpretasikan derdasarkan teori atau aturan yang disepakati atau intuisi peneliti untuk menciptakan pembelajaran yang kondusif sebagai acuan dalam melakukan tindakan selanjutnya.
7)      Indikator Kinerja.
            Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila:
a)      Meningkatnya hasil belajar muatan lokal BTA siswa kelas III MI Tarbiyatus Shibyan Gunungwungkal Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2014/2015 setelah melakukan tindakan dengan menggunakan penerapan pembelajaran imla’ pada mata pelajaran muatan lokal BTA . Dan rata-rata siswa yang mendapatkan nilai tersebut adalah 80 %
b)      Adanya peningkatan keaktifan belajar siswa pada proses pembelajaran BTA setelah melakukan tindakan dengan menggunakan penerapan pembelajaran imla’ pada kategori baik dan baik sekali yang mencapai 80%.
8)      Sistematika Penulisan .
BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang ( Deskripsi masalah, data awal yang mendukung adanya masalah )
2.      Rumusan Masalah.
3.      Tujuan Penelitian.
4.      Manfaat Penelitian.
BAB II
LANDASAN TEORI
Pada bab ini penulis mengemukakan teori dan pustaka yang relevan, dan memberi arah serta petunjuk pada pelaksanaan PTK. Dan pada akhir bab ini dapat dikemukakan hipotesis tindakan.
BAB III
METODE PENELITIAN
Deskriptif  tiap siklus penelitian yang memuat : rencana, pelaksanaan/tindakan, pemantauan dan evaluasi beserta jenis instrumen yang digunakan dan cara refleksi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Menyajikan uraian untuk masing-masing siklus dengan data lengkap, menyangkut berbagai aspek yang terjadi akibat tindakan yang dilakukan.




BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Disajikan simpulan hasil penelitian sesuai dengan tujuan/masalah penelitian yang telah disampaikan sebelumnya. Saran tindak lanjut berdasarkan simpulan yang diperoleh baik yang menyangkut segi positif maupun negatif.



 DAFTAR PUSTAKA
UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, bab 2 pasal 3
Depag RI, Pendidikan Agama Islam.
Yusuf Al-Qardhawi, Berinteraksi dengan Al-Qur’an, Gema Insani Press.
Ulfa Susilowati ,Menejemen Mutu Pembelajaran Bahasa Arab di Perguruan Tinggi (Salatiga :Stain Salatiga Press,2009)
Fachrudin,Metodologi Pelajaran Bahasa Arab (Salatiga:Stain Salatiga press,2006)
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989.
Mudzakir AS,Studi ilmu-ilmu qur’an. Jakarta : PT.Pustaka litera antarnusa, 2000.






[1] UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, bab 2 pasal 3
[2]Depag RI, Pendidikan Agama Islam, 15.
[3]Yusuf Al-Qardhawi, Berinteraksi dengan Al-Qur’an, Gema Insani Press,8.
[5]Susilowati,Ulfa,Menejemen Mutu Pembelajaran Bahasa Arab di Perguruan Tinggi (Salatiga :Stain Salatiga Press,2009)
[6] Fachrudin,Metodologi Pelajaran Bahasa Arab (Salatiga:Stain Salatiga press,2006)
[9]Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989: 552-553
[10]Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989.
[11]Mudzakir AS,Studi ilmu-ilmu qur’an. Jakarta : PT.Pustaka litera antarnusa, 2000.11
[12]Alam Hamdani, Nizar, Classroom Action Research, Rahayasa,2008,108.

<script data-ad-client="ca-pub-7632944160334815" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

No comments: